Nama
Dr. Hikmahwati, S.P., M.P.
Kontak
hikmahwatihasen@gmail.com
Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB)
Latar Belakang
Dalam rangka mendorong kemandirian sistem pertanian dan peternakan berbasis sumber daya lokal serta meningkatkan nilai tambah biodiversitas mikroba Indonesia guna memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat, maka dibentuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) sebagai pusat pengembangan dan hilirisasi produk bioteknologi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Al Asyariah Mandar.
P3BB hadir sebagai respon atas kebutuhan akan pupuk hayati, probiotik, dan pakan fungsional yang efisien, ramah lingkungan, dan kompetitif, melalui pemanfaatan mikroorganisme lokal yang telah tervalidasi secara ilmiah dan dikembangkan menjadi produk siap produksi serta siap adopsi oleh petani dan peternak.
Keberadaan P3BB tidak hanya berorientasi pada pengembangan riset dasar, tetapi juga pada produksi, standardisasi, komersialisasi, dan penguatan kemitraan usaha, sehingga inovasi berbasis biodiversitas lokal dapat bertransformasi menjadi solusi nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.
Tugas Utama
P3BB bertugas mengembangkan, memproduksi, dan menghilirisasi inovasi bioteknologi mikroba berbasis biodiversitas lokal menjadi produk pupuk hayati, probiotik, dan teknologi terapan yang siap diadopsi oleh masyarakat dan industri.
Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, P3BB menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
- Perumusan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan bioteknologi mikroba terapan untuk pupuk hayati, probiotik, dan pakan fungsional berbasis sumber daya lokal.
- Eksplorasi, karakterisasi, dan konservasi biodiversitas mikroba lokal sebagai sumber inovasi teknologi pertanian dan peternakan.
- Pengembangan dan hilirisasi produk inovatif, termasuk formulasi, standardisasi, uji efektivitas, uji lapang, serta peningkatan tingkat kesiapan teknologi (TKT) hingga siap adopsi.
- Pelaksanaan kemitraan dan kerja sama dengan petani, peternak, UMKM, industri, dan lembaga penelitian dalam rangka implementasi dan komersialisasi hasil riset.
- Penguatan kapasitas sumber daya manusia, melalui integrasi kegiatan penelitian dengan pembelajaran, pembimbingan mahasiswa, serta pengembangan teaching industry berbasis inovasi produk.
- Diseminasi dan transfer teknologi kepada masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, publikasi ilmiah, serta penyebarluasan paket teknologi terapan.
- Pengembangan tata kelola kelembagaan dan jejaring riset nasional maupun internasional dalam bidang bioteknologi pertanian dan peternakan.
